| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Apr | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
10 AMALAN YANG TERBALIK
Assalaamu’alaikum wr. wb.
Kadang kita dapati amalan kita terbalik atau bertentangan dng apa yang
sepatutnya dilakukan & dituntut oleh Islam.Mungkin kita tidak sadar atau
ikut-ikutan dng budaya hidup orang lain.
Contoh amalan yang terbalik :
1. Amalan Selamatan/kenduri beberapa malam setelah
saudara/keluarga/ tetangga kita meninggal (malam pertama, kedua, ketiga,
ketujuh dan seterusnya) adalah terbalik dng yang dianjurkan oleh
Rosulullah SAW dimana Rosulullah telah menganjurkan tetangga memasak
makanan/minuman untuk keluarga yang berduka guna meringankan kesedihan &
kesusahan mereka. Keluarga yang telah ditimpa kesedihan tersebut
terpaksa menyediakanmakanan & membeli segala sesuatu untuk mereka yang
datang membaca Tahlil/doa & mengaji.Tidakkah mereka yang hadir & makan
tersebut tidak khawatir termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh
si mati atau harta peninggalan si mati yang belum dibagikan kepada yang
berhak menurut Islam ?
2. Kalau datang ke resepsi/pesta pernikahan/khitanan selalu berisi
hadiah/uang waktu bersalaman. Kalau tidak ada uang maka kita segan untuk
pergi. Tetapi kalau mendatangi tempat orang meninggal. kita tidak malu
untuk salaman tanpa isi/uang. Sepatutnya pada saat kita mendatangi
tempat orang meninggallah kita seharusnya memberi sedekah. Sebenarnya
jika ke Resepsi/pesta pernikahan/khitanan , tidak memberipun tidak
apa-apa. Karena tuan rumah yang mengundang untuk memberi restu kepada
mempelai & makan bukan untuk menambah pendapatannya.
3. Ketika datang ke sebuah gedung/rumah mewah atau menghadiri rapat dng
pejabat, kita berpakaian bagus, rapi & indah tapi bila menghadap Allah
baik di rumah maupun di Mesjid, pakaian yang dipakai adalah pakaian
seadanya. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik ?
4. Kalau bertamu ke rumah orang diberi kue/minum, kita merasa malu untuk
makan sampai habis, padahal yang dituntut adalah jika hidangan tidak
dimakan akan menjadi mubazir dan tidak menyenangkan tuan rumah.
5. Kalau Sholat Sunnah di Mesjid sangat rajin tapi kalau di rumah,
malas. Sedangkan sebaik-baik Sholat Sunnah adalah yang dilakukan di
rumah seperti yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk menghindari rasa
riya’/pamer.
6. Bulan Puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang
berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahwa biaya makan dan belanja
di bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Padahal seharusnya
yang terendah.
Bukankah terbalik amalan kita ?
7. Kalau untuk menjalankan ibadah haji, sebelum berangkat, banyak orang
mengadakan Selamatan/do’ a bersama tetapi setelah kembali dari Haji,
tidak ada do’a bersama untuk bersyukur. Anjuran do’a bersama/selamatan
dalam Islam diantaranya adalah karena selamat dari bermusafir/perjalan an
jauh bukan karena akan bermusafir. Bukankah amalan ini terbalik ? Atau
kita mempunyai tujuan lain ?
8. Semua orang tua akan kecewa jika anak-anaknya gagal dalam ujian. Maka
dicari & diantarlah anak-anak ke tempat kursus walau dengan biaya
tinggi. Tapi kalau anak tidak dapat membaca Al-Qur’an, mereka tidak
berusaha mencari/mengantar anak-anak ketempat kursus baca Al-Qur’an atau
kursus pelajaran Islam. Kalau guru kursus sanggup dibayar sebulan
Rp.300.000,00 perbulan untuk satu pelajaran dan 8 kali pertemuan saja,
tapi kepada Ustadz yang mengajarkan mengaji hanya Rp.100.000,00 perbulan
untuk 20 kali pertemuan. Bukankah terbalik amalan kita ? Kita sepatutnya
lebih malu jika anak tidak dapat baca Al-Qur’am atau Sholat dari pada
tidak lulus ujian.
9. Siang-malam, panas-hujan badai, pagi-petang kita bekerja mengejar
rezeki Allah dan mematuhi peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah (Mesjid)
tidak hujan tidak panas, tidak siang, tidak malam tetap tidak datang ke
Mesjid. Sungguh tidak tahu malu manusia begini, rezeki Allah diminta
tapi untuk mampir ke rumahNya segan dan malas.
10. Seorang isteri kalau mau keluar rumah dengan suami atau tidak,
berhias secantik mungkin. Tapi kalau di rumah….??? Sedangkan yang
dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya bukan untuk orang
lain. Perbuatan amalan yang terbalik ini membuat rumah tangga kurang
bahagia.
Cukup dengan contoh-contoh di atas, Marilah kita berlapang dada menerima
hakikat sebenarnya.Marilah kita beralih kepada kebenaran agar hidup kita
menurut landasan dan ajaran Islam yang sebenarnya bukan yang digubah
mengikuti selera kita. Allah yang menciptakan
kita, maka biarlah Allah yang menentukan peraturan hidup kita. Sabda
Rosulullah SAW : “Sampaikanlah pesan-KU walau hanya satu ayat”.
(Riwayat Bukhari).
ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL’ALAMIIN
HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHIED
KEEP UKHUWAH, SMILE AND ISTIQOMAH… ……… …..
Wassalam…..
4 Komentar »
{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }
devy nabila Said:
on 21 Februari 2009 at 05:18
iya yang pasti islam the best dech udah dlu yagh bye
yan rahmi areni Said:
on 29 Juni 2010 at 03:45
thank atas infonya, sangat bermanfaat
darial Said:
on 8 Juli 2010 at 05:43
terima kasih atas komentarnya
darial Said:
on 8 Juli 2010 at 05:43
saya akan cari yang lebih baik lagi