Cinta memang tidak selamanya indah. Sebab cinta tidak selalu berisi senyum da tawa, tetapi juga air mata. saat mencintai, kita pun bisa patah hati.Patah hati memang tidak enak. Menyakitkan rasanya. Fakta memnbuktikan, patah hati bisa mengakibatkan hal yang fatal. Bahkan patah hati juga bisa menyebabkan kematian.
Sebuah penelitian baru-baru ini yang dipublikasikan di The Lancet, resiko kematian bisa meningkat 5 kali saat seseorang merasa kehilangan seseorang yang dicintainya. demikian dilansir dari bbc.
Margaret Stroebe dari Universitas Utrecht, Belanda, mengatakan kehilangan seseorang yang dicintai berdampak secara psikologi. Ahli jantung mengatakan orang-orang yang kehilangan pasangan biasanya hidup dengan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau diet yang tak terkendali
Kehilangan seseorang karena kematian ditenggarai sebagai penyebab terbesar seseorang menjadi patah hati lantaran sintanya kepada orang yang bersangkutan tak lagi bisa diberikan. disisi lain, cinta dari orang yang disayangi itu tak bisa lagi dirasakan.
Karena itu, para duda ataupun janda memiliki resiko kematian yang meningkat. Biasanya mereka berusaha melupakan kesedihan lantaran kehilangan pasangan dengan mengkonsumsi alkohol. Kesendirian karena kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidupnya secara psikologi bisa berbahaya. para ahli sependapat, stres secara psikologi dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh. Hal itu dikarenakan hormon stress dapat menggannggu proses yang berlangsung dalam tubuh.
Sebuah studi mengemukakan, 21 persen pria cepat meninggal setelah kehilangan istrinya, sedangkan para janda memiliki resiko kematian yang meningkat 17 persen. resiko tersebut paling tinggi terjadi pada pekan-pekan awal mereka kehilangan pasangan dan semakin berkurang seiring berjalnnya waktu.
Studi di Denmark pada 2003 menunjukkan, ayah dan ibu memiliki resiko bunuh diri yang besar setelah kehilangan anaknya, resiko tersebut lebih tinggi ditemui saat anaknya meninggal di suia muda. Keinginan bunuh diri biasanya muncul dalam kurun waktu 30 hari setelah kehilangan anaknya. Seorang pria juga diduga memiliki hasrat bunuh diri 3 kali lipat setelah ditinggalmati istrinya.
“Polanya cukup Konsisten. Kalau boleh disimpulkan, Kehilangan karena kematian merupakan penyebab utama patah hati dan itu berdampak psikologis”
Kebanyakan orang yang sedang sedih itu tidak mendapatkan pertolongan profesional. Orang-orang yang sedang berduka ini sangat membutuhkan dukungan dari keluarga, teman, serta kelompok keagamanaan ataupun komunitasnya
Dr. Peter Hammersley dari Cruse Bereavement Care m engatakan, fenomena tersebut telah dikenali sejak beberapa waktu lalu. Kehilangan orang dekat yang penting dalam hidup seseorang seperti pasangan menjadi alasan seseorang ingin mengakhiri hidupnya.
Sisi positifnya, kita jadi tahu kemampuan personal mendukung jaringan adalah elemen penting untuk membantu orang-orang yangsedang kehilangan. tidak semua orang punya kemampuan untuk menyuport, perlu jaringan untuk memberi dukungan, ujar Hammersley. Patah hati memang mengiris perasaan. Namun harus disadari benar, bila ada tawa pasti ada air mata. Bila memiliki, suatu saat pasti kehilangan. Kehilangan seseorang bukanlah akhir dari segala-galanya.
Soal patah hati, sepertinya grup musik Radja paham benar. “Bukannya aku tak takut mati, hanya karena sering patah hati, Yang aku takut bila patah hati, engkau nekat lalu bunuh diri”
disadur dari detiknews.com