LPSE di BAPPENAS

Tanggal 7-10 April 2008 diadakan Latihan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dilaksanakan di Plasa Bumidaya di Jl. Imam Bonjol Jakarta. Peserta Pelatihan di inapkan di Manhattan Hotel Jalan Prof Satrio Kuningan Jakarta. LPSE ini kerjsama MCC ICCP dengan Bappenas RI. Di Indonesia hanya 5 Provinsi yang ikut pelatihan ini yaitu : Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan Gorontalo.

Hati-hati, Patah Hati Bisa Mati !!

Cinta memang tidak selamanya indah. Sebab cinta tidak selalu berisi senyum da tawa, tetapi juga air mata. saat mencintai, kita pun bisa patah hati.Patah hati memang tidak enak. Menyakitkan rasanya. Fakta memnbuktikan, patah hati bisa mengakibatkan hal yang fatal. Bahkan patah hati juga bisa menyebabkan kematian.

Sebuah penelitian baru-baru ini yang dipublikasikan di The Lancet, resiko kematian bisa meningkat 5 kali saat seseorang merasa kehilangan seseorang yang dicintainya. demikian dilansir dari bbc.

Margaret Stroebe dari Universitas Utrecht, Belanda, mengatakan kehilangan seseorang yang dicintai berdampak secara psikologi. Ahli jantung mengatakan orang-orang yang kehilangan pasangan biasanya hidup dengan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau diet yang tak terkendali

Kehilangan seseorang karena kematian ditenggarai sebagai penyebab terbesar seseorang menjadi patah hati lantaran sintanya kepada orang yang bersangkutan tak lagi bisa diberikan. disisi lain, cinta dari orang yang disayangi itu tak bisa lagi dirasakan.

Karena itu, para duda ataupun janda memiliki resiko kematian yang meningkat. Biasanya mereka berusaha melupakan kesedihan lantaran kehilangan pasangan dengan mengkonsumsi alkohol. Kesendirian karena kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidupnya secara psikologi bisa berbahaya. para ahli sependapat, stres secara psikologi dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh. Hal itu dikarenakan hormon stress dapat menggannggu proses yang berlangsung dalam tubuh.

Sebuah studi mengemukakan, 21 persen pria cepat meninggal setelah kehilangan istrinya, sedangkan para janda memiliki resiko kematian yang meningkat 17 persen. resiko tersebut paling tinggi terjadi pada pekan-pekan awal mereka kehilangan pasangan dan semakin berkurang seiring berjalnnya waktu.

Studi di Denmark pada 2003 menunjukkan, ayah dan ibu memiliki resiko bunuh diri yang besar setelah kehilangan anaknya, resiko tersebut lebih tinggi ditemui saat anaknya meninggal di suia muda. Keinginan bunuh diri biasanya muncul dalam kurun waktu 30 hari setelah kehilangan anaknya. Seorang pria juga diduga memiliki hasrat bunuh diri 3 kali lipat setelah ditinggalmati istrinya.

“Polanya cukup Konsisten. Kalau boleh disimpulkan, Kehilangan karena kematian merupakan penyebab utama patah hati dan itu berdampak psikologis”

Kebanyakan orang yang sedang sedih itu tidak mendapatkan pertolongan profesional. Orang-orang yang sedang berduka ini sangat membutuhkan dukungan dari keluarga, teman, serta kelompok keagamanaan ataupun komunitasnya

Dr. Peter Hammersley dari Cruse Bereavement Care m engatakan, fenomena tersebut telah dikenali sejak beberapa waktu lalu. Kehilangan orang dekat yang penting dalam hidup seseorang seperti pasangan menjadi alasan seseorang ingin mengakhiri hidupnya.

Sisi positifnya, kita jadi tahu kemampuan personal mendukung jaringan adalah elemen penting untuk membantu orang-orang yangsedang kehilangan. tidak semua orang punya kemampuan untuk menyuport, perlu jaringan untuk memberi dukungan, ujar Hammersley. Patah hati memang mengiris perasaan. Namun harus disadari benar, bila ada tawa pasti ada air mata. Bila memiliki, suatu saat pasti kehilangan. Kehilangan seseorang bukanlah akhir dari segala-galanya.

Soal patah hati, sepertinya grup musik Radja paham benar. “Bukannya aku tak takut mati, hanya karena sering patah hati, Yang aku takut bila patah hati, engkau nekat lalu bunuh diri”

disadur dari detiknews.com

Keluargaku

Ini adalah sebagaian dari kelaurga besar rial :) dsc_0437.jpgdsc_0433-1.jpg

Tasawuf

Tasawuf menurut bahasa Arab, berarti memakai pakaian dari suf (bulu domba yang kasar). orang yang memakainya dapat disebut sufi atau mutasawwif. Memakai pakaian dari bulu domba yang kasar itu merupakan praktek yang lumrah di kalangan orang-orang miskin atau mereka yang hidup dalam kesederhanaan di kawasan Arab dan sekitarnya pada masa lalu (jauh sebelum datangnya islam dan juga pada masa setelah datangnya islam).

Yang lain menyebut etimologi sufi berasal dari ashab al-suffa (sahabat beranda) atau ahl al-suffa (orang-orang beranda). Sebutan ini mengarah pada sekelompok muslim pada waktu Nabi Muhammad SAW yangmenghabiskan waktu mereka di beranda masjid Nabi, mendedikasikan waktunya untuk berdoa.

Banyak pendapat pro dan kontra mengenai asal-usul ajaran tasawuf, apakah ia berasal dari luar atau dari dalam agama islam sendiri. Sebagian pendapat mengatakan bahwa paham tasawuf merupakan paham yang sudah berkembang sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah. Dan orang-orang Islam baru di daerah Irak dan Iran (sekitar abad 8 Masehi) yangsebelumnya merupakan orang-orang yang memeluk agama non-islam atau menganut paham-paham tertentu. meski sudah masuk Islam, hidupnya tetap memelihara kesahajaan dan menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan keduniaan.

Seperti diketahui dalam sejarah, pada zahid besar dalam abad ke-8 Masehi (abag II Hijriyah) seperti Hasan al Basri , Abu Hasyim al Kufi, Sufyan as-sauri, Fudail bin Iyad, Rabi’ah al-Adawiyah dan Ma;ruf al Karkhi dan lebih-lebih mereka yang hidup pada abad-abad berikutnya (seperti al-Bistami, al-Hallaj, Junaidi al-Baghdadi, al-Harawi, Al-Ghazali, Ibnu Sab’in, Ibnu Arabi, Ibnu Arabi, Ibnu al farid, Jalaluddin Rumi) telah mengolah dan mengembangkan sikap dan emosi agama dalam hati mereka dan kesungguhan yangluar biasa.

Mereka dengan tekanan yang bervariasi telah mengembangkan emosi takut pada Tuhan atau AzabNya. Sikap zuhud (sikap tidak tertarik atau tak peduli dengan kesenangan duniawi), sikap Wara (hanya mau mengambil yang halal, dan pantang mengambil yang diragukan kehalalannya apalagi yang haram), sikap qana’ah (merasa cukup dengan rezeki yanghalal betapa pun sedikitnya), sikap sabar dalam menahan suka duka kehidupan di jalan Tuhan, emosi ridho pada Tuhan (senang pada-Nya dalam segala situasi), sikap ingat selalu kepada-nya, sikap Khusyuk dan bertekun dalam ibadat (sholat, puasa, zikir), emosi cinta pada-Nya dan lain-lain, sedemikian rupa sehingga mereka betul-betul merasakan kehadiran Allah dalam hati mereka atau merasa sangat dekat dengan-Nya.

Menurut Dr. yusuf Al Qaradhawi, agam-agama di dunia ini banyak sekali yangmenganut berbagai macam tasawuf, diantaranya ada sebagian orang india yang amat fakir. Mereka contohnya menyiksa diri sendiri demi membersihkan jiwa dan meningkatkan amal ibadatnya.

Dalam agama Kristen terdapat aliran tasawuf khusunya bagi para pendeta. Di Yunani muncul aliran Ruwagiyin. Di Persia ada aliran yang bernama Mani’ dan di negeri-negeri lainnya banyal aliran ekstrem di bidang rohaniah. Kemudian Islam datang dengan membawa perimbangan yang paling baik diantara kehidupan rohaniah dan jasmaniah serta penggunaan akal.

Maka, insan itu sebagaimana digambarkan oleh agama yaitu terdiri dari tiga unsur : roh, akal dan jasad. Masing-masing dari tiga unsur itu diberi hak sesuai dengan kebutuhannya. Ketika SAW melihat salah satu sahabatnya berlebih-lebihan dalam salah satu sisi, sahabat itu segera ditegur. Sebagaimana yang terjadi pada Abdullah bin Amr bin Ash. Ia berpuasa terus menerus tidak pernah berbuka, sepanjang malam beribadat, tidak pernah tidur, serta meninggalkan istri dan kewajibannya. Lalu Nabi SAW menegurnya dengan sabdanya : “Wahai Abdullah, sesungguhnya bagi dirimu ada hak (untuk tidur), bagi istri dan keluargamu ada hak (untuk bergaul), dan bagi jasadmu ada hak. Maka masing-masing ada haknya.

disadur dari Tabloid Republika Dialog Jumat.

Berita Padang Fair 2007 dan FIPOB 2007

Sejak tanggal 8 Agustus 2007 yang lalu Padang Fair 2007 telah di buka oleh Gubernur Sumatera Barat. Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari 2007 (FIPOB) akan dimulai pada tanggal 13 – 16 Agustus 2007 dengan agenda lomba Perahu Naga Internasional yang juga diikuti oleh beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Australia dll.

Padang Fair 2007 diramaikan oleh berapa stand dari luar sumatera barat, seperti stand dari DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Selatan dan lain-lain. Padang Fair juga dimeriahkan oleh artis-artis ibukota dan kota Padang.

Padang Fair kali ini ada sedikit perbedaan dengan Padang Fair pada tahun-tahun lampau, dulu Padang Fair sangat meriah dan ramai dibandingkan tahun ini, kali ini mau lihat Padang Fair aja harus beli tiket (kayak nonton konser aja) untuk bisa masuk kedalam arena Padang Fair, didalam arena Padang Fair ini hampir sama seperti kegiatan yang ada di Pasara Raya Padang, karena lebih banyak orang berjualan dari pada memamerkan produk-produk dari kreasi anak negeri ini. Sekarang ini hanya sedikit yang memamerkan produk-produk dan karya-karya anak negeri ini.

Tapi yang lebih di pertanyakan sekarang ini adalah kenapa masuk arena Padang Fair HARUS BAYAR ???? walaupun tiketnya hanya Rp. 2.000,- per orang. Apakah Penyelenggara ingin mencari untung yang lebih banyak dari tahun sebelumnya?? atau panitia penyelenggaran kekurangan dana untuk mengadakan acara ini? sampai-sampai masuk arena harus bayar, “bagaimana mau ramai dikunjungi orang kalau masuk arena saja membayar” , apakah orang kota Padang ini sudah kaya semuanya?, yang nonton pameran ini pada umunya orang-orang yang ekonominya menengah kebawah.

demikianlah berita untuk hari ini dalam peliputan acara Padang Fair 2007 dan FIPOB 2007 dan kita nantikan acara selanjutnya

Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya”

untitled.jpgSekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir
masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah
tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di
pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan
poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis – dari porselin, plastik,
gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa
lainnya sangat indah – dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk
menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu
mengatakan : “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal
telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja.
Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri
kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang
kalian alami.”

“Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam
banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan
menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya
adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil
cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.”

“Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan,
uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat
untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak
mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.
Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk
menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.”

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya,
jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda.
Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda
menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.
Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri
anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam
kehidupan selain dari pekerjaan anda

Photo Saudaraku

scan10022.jpg

Foto ini di buat sekitar tahun 1974, tepatnya beberapa bulan setelah kakak laki2 ku lahir, lokasi foto ini adalah di kampung ku di Simpang Congkong, Batubatikam Jorong Dusun Tuo, Nagari Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar, Saudara-saudara ku ini berada di depan warung (Kadai) orang tua kami.

Ibu dan Anak

Siti Halwa dengan IbunyaHalwa dan ibunya lagi ngelirik siapa tuch?